Menjelang akhir tahun ajaran baru atau pada awal tahun ajaran baru, banyak bimbingan belajar (bimbel) menawarkan dan mengajak untuk ikut bergabung bersama mereka dengan menawarkan program belajar dan janji-janji kesuksesan belajar. Perlukah ikut bimbel? Apakah ikut bimbel adalah sebuah jaminan sukses dalam belajar?
Ikut bimbel atau les pelajaran di luar sekolah hanyalah sebuah sarana untuk menambah jam belajar. Bagi yang merasa kurang dengan apa yang diberikan di sekolah, tentukan ikut bimbel adalah sebuah solusi dalam mengatasi masalah belajar. Bukannya tidak percaya dengan kualitas sekolah, untuk siswa yang merasa kemampuan belajarnya kurang tentunya akan lebih bagus jika dalam ada yang mendampingi. Trus bagaimana dengan mereka yang sudah pandai dan sanggup belajar secara mandiri, apakah masih perlu ikut bimbel? Kalau tanpa pendamping, seorang siswa mampu belajar sendiri, tentunya dengan pendamping hasilnya akan lebih bagus lagi.
Satu hal yang perlu diketahui dan dipahami adalah ikut bimbel bukan jaminan sukses belajar karena tidak semua bimbel kualitasnya bagus, tapi juga tidak semuanya jelek. Apa saja yang harus diperhatikan dalam memilih bimbel?
1. Jangan terlalu terpesona dengan penampilan fisik gedung atau penampilan fisik yang lainnya, karena belum tentu berpengaruh terhadap keberhasilan belajar. perhatikan kualitas pengajarnya. Pengajar adalah penyampai ilmu. Hanya pengajar yang mempunyai kemampuan menyampaikan ilmu dengan bagus yang dapat mengantarkan siswa pada kesuksesan dalam belajar. Untuk mengetahui kualitas pengajar ada beberapa cara diantaranya mencoba dulu beberapa sesi jika diijinkan oleh pengelola, atau menanyakan kepada siswa lain yang sudah pernah mengikuti bimbel tersebut. Lebih banyak siswa yang ditanya lebih baik. Pastikan juga pengajarnya bersedia memberikan pelayanan tidak sebatas pada sesi pertemuan saja.
2. Metode. Meliputi metode penyampaian dan cara berfikir yang diajarkan kepada siswa dalam belajar juga menghadapi soal. Hindari metode yang mengandalkan hapalan terutama hapalan rumus-rumus cepat karena tidak melatih daya nalar siswa. Apalagi metode yang tidak logis, hanya agar kelihatan cepat menemukan jawaban, karena biasanya hanya tampilan muka saja agar promotif. Metode yang baik adalah metode yang mengndalkan daya nalar siswa, mengutamakan proses berpikir ilmiah tetapi tetap dapat menemukan solusi dengan cepat dan praktis walaupun tanpa rumus praktis.
3. Program. Agar siswa sukses dalam belajar, harus didukung dengan program yang terarah. Program belajar yang bagus tidak hanya memuat kegiatan belajar mengajar saja tetapi didalamnya mencakup evaluasi secara periodik, pendalaman materi, simulasi ujian, dll.
Ini hanya sekedar sumbangan pikiran menurut pengalaman dan pengamatan penulis, mudah-mudahan bermanfaat. Selamat belajar semoga sukses.
Sunday, June 7, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)